Showing posts with label Dasar-Dasar. Show all posts
Showing posts with label Dasar-Dasar. Show all posts

Tuesday, April 17, 2012

Troubleshooting dan Fungsi

Berikut dibawah ini adalah beberapa buah komponen utama yang terdapat di dalam Hand Phone beserta trouble shooting dan fungsinya:
1. Antena Switch
Fungsi : Sebagai pengolah dan penyempurna serta menyatukan tegangan signal RX dan signal TX.
Trouble Shooting:
*. Tidak ada jaringan
*. Hanya keluar salah satujaringan saja
*. Signal naik turun
*. Pada saat sinyal tampil hp langsung mati
2. IC Audio (COBBA)
Fungsi : Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, kemudian diperkuat danditeruskan kepada speaker, memperkuat getaran suara yang telah diubah terlebih dahulu oleh mic menjadigetaran listrik kemudian diteruskan keIC RF, menjalankan perintah dari CPU. Pada IC Audio juga terdapat PCM (Pulse Code Module) dan EEPROM yang berfungsi untuk membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan IMEI ponsel. Disamping itu juga berfungsi untukmenyimpan data-data yang bersifat permanenseperti imei, phone code, dsb.
Trouble Shooting:
*. Contact Service
*. Blank hitam pada LCD
*. Signal naik turun
*. Sepiker dan Mic mati
3. IC CPU
Fungsi : CPU merupakan serangkaiankomponen elektronika yang terintegrasi dan akan berfungsi sesuai dengan tugasnya masing-masing. Komponen ini mempunyai tugas yang sangat signifikan, karena komponen ini merupakan otak dan suatu ponsel. Dengan kata lain CPU adalah pusat dan sistem kerja ponsel.
Trouble Shooting:
*. Mati total (Matot)
*. Tidak ada jaringan
*. Restart
*. Tiba-tiba hp mati sendiri
*. Contact Service
*. LCD blank
4. IC Power (CCONT)
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya.
Trouble Shooting:
*. Mati total (Matot)
*. Insert simcard
*. Contact Service
*. Restart
*. Not charging
*. Blank hitam pada LCD
5. IC UEM
Fungsi : Sebagai pensuplai tegangan arus listrik kepada masing-masing komponen sesuai dengan kebutuhannya. Pada IC UEM ini merupakan gabungan dari IC Power, IC UI, IC Charging.
Trouble Shooting:
*. Mati total (Matot)
*. UPP Bad Respon 02
*. Error data 2 ( Tornado )
*. Contact retailer / contact service
*. Phone restic ( cek IMEI??????? )
6. IC Flash
Fungsi : Komponen ini sebagai media penyimpanan data padaponsel yang tidak permanen dalam kata lain dapat diubah atau ditambah dengan data-data yang berada pada komputer. Alat ini sama fungsinya denganhard-disk pada komputer.
Trouble Shooting:
*. Restart
*. Tiba-tiba hp mati sendiri
*. Contact Service
*. LCD blank
*. Mati total
*. Salah satu data hilang dati menu
7. EEPROM (Electrically Erase Programable Read Only Memory)
Fungsi : Sebagai tempat penyimpanan data pada ponsel yang dirancang tidak tergantung dengan adanya arus listrik dari ponsel tersebut, karenasudah ada battery khusus atau arus listrikyang telah dimilikinya, biasanya komponen ini menyimpan data pabrik seperti IMEI1, IMEI2, Security Code, Versi program dan tanggal pembuatan. Namun untuk ponsel merk Nokia keluaran terbaru data yang terdapat pada komponen ini tidak dapat diubah.
Trouble Shooting:
*. Mati total (software )
8. MCU (Master Control Unit)
Fungsi : Data yang ada di dalam ponsel yang terletak berada pada IC Audio, data ini bersifat permanen atau sudah dari pabrik, seperti : versi program ponsel, IMEI, tahun pembuatan, dan phone code.
Trouble Shooting:
*. Mati total ( software )
9. IC RAM
Fungsi : Komponen ini pada dasarnya merupakan tempat penyimpanan data juga,tapi sifatnya hanya sementara, karena komponen ini cara kerjanya tergantung pada arus listrik yang terdapat dalam komponen tersebut. Jika ponsel dimatikan maka secara langsung data yang terdapat dalam komponen tersebut akan hilang dengan sendirinya. Komponen ini sangat berkaitan erat dengan aktifitas CPU. Semakin besar kapasitas dari RAM maka akan baik Dula kinerja dari CPU, tetapi jika RAM mengalami kerusakan maka CPU tidak bisa bekerja.
10. IC Charging
Fungsi : Komponen iniakan bekerja secara otomatis pada saat pengisian yang bekerjahanya untuk mengisi tegangan battery yangdikendalikan oleh CPU melalui IC Pengontrol.
Trouble Shooting:
*. No charging
*. Nyedot batre
11. IC UI
Fungsi : Sebagai pengontrol data yang diperintahkan oleh IC CPU pada Vibrator , Buzzer , Led dan bersifat sebagai saklar otomatis dalam ponsel.
Trouble Shooting:
*. Mati total
*. Tidak ada getar
*. Dering mati
*. Led mati
12. IC PA
Fungsi : Sebagai pengontrol tegangan sinyal TX serta penguat akhir sinyal yang akan dipancarkanmelalui komponen switch antena yang terdapat pada ponsel.
Trouble Shooting:
*. Sinyal keluar kemudian hilang
*. Tidak transmit
*. Mencari jaringan
*. Nyedot batre
*. Mati Total (Matot)
13. IC RF (HAGAR)
Fungsi : Sebagai pengontrol sinyal RX (masuk) dan TX (keluar), agar setiap bagian dapat bekerja dengan baik. Komponen ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: IF, Mixer, Osilator, Detektor, Enkoder, Dekoder, AFC, Tone Frequency dan Squelch.
Trouble Shooting:
*. Mencari jaringan
*. Keluar salah satu jaringan
*. Mati Total (Matot)
*. Restart
*. Blank Putih pada LCD
14. IC VCO (Voltage Control Oscilator)
Fungsi : Sebagai osilator/pembangkit frekuensi yang akan dikirim melalui bagian TX (pemancaran) dan frekuensi yang masuk melalui bagian RX (penerimaan) agar tetap sama dengan yang dipancarkan. Disamping itu piranti ini juga berfungsi sebagai pengatur tegangan pulsa dari RF Signal Processor.
Trouble Shooting:
*. Hanya salah satu kartu yang bias digunakan
*. Mencari jaringan ( serching )
*. Sinyal keluar kemudian hilang
15. LCD (Liquid Crystal Display)
Fungsi : Sebagai alat yang akan menampilkan semua aktifitas dan ponsel, sebagai media komunikasi baca dan tulis pada ponsel.
Trouble Shooting:
*. Blank
*. Tulisan terbalik/berantakan
*. Pecah
16. Keypad
Fungsi : Sebagai peralatan input yang memberikan perintah data kepada CPU ponsel untuk diproses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang berkaitan dalam ponsel.
Trouble Shooting:
*. Blank
*. Tulisan terbalik/berantakan
*. Pecah
17. Battery
Fungsi : sebagai sumber arus listrik yang diperlukan untuk memberikan arus listrik pada ponsel. Battery untuk ponsel ada beberapa macam, yaitu Nickel-Metal Hydrate (NiMH), Lithium-Ion (LiON), danLithium-Poly¬I RI- (LiPoly)
Trouble Shooting:
*. Ngedrop
*. Pada saat melakukan panggilan, hp langsung mati
*. Lampu LCD berkedip kedip
*. Charging gagal
Diposkan oleh Ilmu-Ilmu servis di 18:59 0 komentar
Label: Troubleshooting
Minggu, 22 Agustus 2010
cara mengatasi NO SIGNAL
Problem : Saat kita memasukkan SIM card lalu menyalakan ponsel, maka tidak ada sinyal ataupun jaringan yangmuncul pada LCD ponsel.
Prosedur perbaikan :
*. Periksalah terlebih dahulu komponen antena dan konektor antena, pastikan terhubung dengan baik. Apalagibila ponsel anda merupakan ponsel dengan antena dalam, berhubungan dengan PCB atau mainboard melalui dua pointer kontak yang elastis, jika keduapointer kontak ini mengalami kontak yang jelek, masalah yang muncul adalah tidak adanya jaringan ( no network )dan penerimaan sinyal yang jelek bahkan sinyal hilang (no signal). Khususnya dengan mesin yang terbentur atau jatuh ke dalam air, kontak yang jelek dan oksidasi akan terjadi pada pointer kontak. Saklar antena adalah satu-satunya jalan untuk rnenerima dan mengirim sinyal, jika rusak atau penyolderan pin-nya rusak, akan muncul masalah tidak adanya network atau transmisi
*. Selanjutnya kita mencoba mencari jaringan pada ponsel dengan metode manual, jika dengan metode manual ini gagal dalam mencari jaringan, jadi kita bisa pastikan ada masalah dalam IC RF (HAGAR), gantilah IC RF (HAGAR) ini maka masalah akan selesai
*. Jaringan dapat dicari dengan metode manual tetapi kadang-kadang gagal, bahkan tidak dapat terhubung juga dengan jaringan. Gejala ini disebabkan masalah IC RF (HAGAR), IC AUDIO (COBBA). Jika modul COBBA menampakkan adanya kesalahan, kemungkinan besar memang disebabkan oleh penyolderan BGA-nya dan unit-unit di sekitarnya yang buruk, atau kekurangan arus, sedangkan kebanyakan masalah HAGAR dikarenakan unit-unitnya buruk
*. Jika mencari jaringan dengan metode manual pada ponsel kita hanya mendapatkan 1 (satu) operator/penyedia jasa layanan selular saja, maka ada masalah dengan IC VCO, gantilah IC VCO ini maka masalah akan selesai
*. Apabila tidak ada masalah dengan metode manual, periksalah jalur arus dari battery ke IC PA, jika tidak adamasalah dengan jalur selanjutnya kita periksa apakah komponen IC PA berfungsi dengan baik. Kita bisagunakan multitester untuk menguji IC PA, jika ternyata IC PA tidak berfungsi dengan baik,kita ganti IC PA ini maka masalah akan selesai
*. Setelah pengujian dan perbaikan pada hardware kita lakukan tetapi sinyal tetap tidak ada/hilang, maka kita beranjak pada softwarenya . Kita flash ponsel sesuai denganjenis ponsel dan versi softwareponsel sebelumnya ataupun dengan versi software yang lebih baru ( upgrade) Masalah sinyal yang tidak stabil terkadang bisa memusingkan kita tatkala sedang membutuhkan fungsi ponsel untuk melakukan panggilan yangterhitung penting. Masalah sinyalsebenarnya disebabkan oleh 2 hal yakni, kualitas sinyal dari BTSoperator yang lemah dan kondisiponsel itu sendiri yang memang memiliki masalah di dalamnya. Jikapancaran sinyal BTS memang tidak memiliki masalah sama sekali maka bisa dipastikan, masalah yang terjadi disebabkanoleh ponsel.
Ponsel yang bermasalah dengan sinyal juga memiliki 2 kemungkinan. Masalah yang bersalah dari software atau hardware. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perbaikan software dengan tuning signal. Jika setelah melakukan tuning signal masih saja meiliki masalah, maka langkah terakhir adalah melakukan pergantian pada komponen switch antena, IC RF, PA, Audio dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan lemahnya sinyal ponsel.
Switch antena yang lemah, bukan berarti harus dilakukan pergantian. Jika memang dana yang dimiliki sangat terbatas, maka kita bisa melakukan jumperswitch antena tanpa harus mengganti IC PA.
Peralatan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu adalah :
1. Solder berikut timah 0,3 mm
2. Cairan Flux
3. Kabel jumper 0,3 mm
Sinyal
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Lepaskan casing ponsel sampai tinggal PCB/Board Ponsel
2. Siapkan kabel jumper untuk disambung pada titik yang sesuai pada gambar, tepatnya di IC PA
3. Pada gambar diatas, kami melakukan jumper pada ponsel 33XX
4. Setelah melakukan jumper, satukan kembali bagian-bagian ponsel seperti semula.
5. Ponsel sudah bisa digunakan dengan tangkapan sinyal yang lebih baik.
Trick jumper switch antena ini akan berpengaruh pada kemampuan ponsel dual band menjadi satu band saja, yakni 900 MHz. Trick ini sangat berguna untuk menyiasati keterbatasan dana. Jika memangtidak ingin kehilangan kemampuan ponsel dual band menjadi satu band saja, maka alternatifnya adalah melakukan pergantian IC PA dengan yang baru.


Selamat mencoba

Monday, January 9, 2012

KAMUS HANDPHONE


( Singkatan dan Fungsi )

DIAGRAM BLOCK = Diagram Kotak
Diagram berupa gabungan sejumlah block (kotak) bersama-sama untuk membentuk sistem an lengkap, dengan melukiskan bagian-bagian/komponen-komponen, hubungan-hubungan rangkaian, cara kerja dan sebagainya. Diagram block berfungsi untuk menganalisa fungs rangkaian elektronik dengan mengambil prinsip dasar ‘membaca’ diagram, sehingga kita lebih mudah memahami rangkaian yang rumit, sebagaimana fungsi diagram-diagram lain.

NMP = Nokia Mobile Products

BATTERY CHARGER = Guna Charger Battery untuk jalan aliran listrik dari adaptor ke Baterry.

DUPLEXER : Berguna untuk RX (Menerima sinyal) dan untuk TX ( Mengirimkan sinyal).

PA = (Power Amplifier)
Amplifier atau penguat kadang juga disebut versteker. Suatu peralatan (sirkit) yang diberi catu daya DC yang berfungsi untuk memperkuat daya, dari daya gelombang lemah menjadi daya gelombang yang kuat atau ang lebih kuat atau hal mana masukan tegangan, arus, atau dayanya, dibuat menjadi lebih kuat amplitudo keluarnya.

C CONT = sebagai tempat pengatur tegangan aliran listrik ke semua komponen - komponen.

COBBA = Guna sebagai penterjemah signal analog menjadi digital.

HAGAR = Sebagai tempat perubahan lebar frekuensi.

BANDWIDTH = (Lebar jalur)
Dalam sistem radio pemancar adalah daerah frekuensi di mana tegangan sinyalnya boleh kurang dari nilai maksimum yang ditentukan atau keseluruhan dari jalur yang dirambati oleh sinyal yang mengandung modulasi.

CRYSTAL = Guna untuk menstabilkan tegangan listrik.

FLASH = Guna sebagai penterjemah bahasa.

SRAM = Guna sebagai tempat penyimpanan data sementara.

LCD = ( Liquid Cristal Display ) Menampilkan status

MICROPHONE = menerima suara ( analog ) penelepon.

SIM = Guna Sebagai tempat kartu Sim

PCB = ( Printed Circuit Board ) Papan yang berguna sebagai tempat komponen-komponen ( Ic, Pa, Lcd ).

E EPROM = guna sebagai tempat data permanen.

LED = Lampu.

VCTCX0 = Tempat pengiriman aliran listrik ke semua komponen-komponen.

BUZZER = Tempat mengeluarkan nada dering.

VIBRATOR = Alat untuk mengeluarkan nada Getar.

Thursday, December 22, 2011

Komponen HP secara mendasar & kegunaannya


Hand Phone pada dasarnya terdiri atas dua bagian utama, yaitu :
A. Bagian RF, yaitu bagian yang berfungsi untuk melakukan pengolahan sinyal.
B. Bagian Base Band, yaitu bagian yang berfungsi untuk melakukan pengolahan daya dan data.

I. Bagian RF

RF Bagian penerimaan / Receiver / RX

A. Antena
Berfungsi sebagai penangkap sinyal dari operator, kemudian mengirimkannya ke Switch Antena. Antena terhubung ke Switch Antena secara langsung melalui PAD Antena.Switch Antena merupakan gerbang awal pengolahan sinyal setelah ditangkap oleh antena. Kerusakan pada antena atau jika antena tidak terhubung dengan baik akan menyebabkan tidak ada sinyal.

B. Switch Antena
Berfungsi sebagai pengatur sinyal yang keluar masuk agar tidak terjadi tabrakan. Switch Antena juga berfungsi sebagai pemisah frekuensi-frekuensi yang akan diolah pada tahap selanjutnya, khususnya pada Hand Phone yang memiliki jalur lebih dari 1 Band. Jalur untuk Dual Band :
- GSM dengan Frekuensi 900 MHz
- DCS dengan Frekuensi 1800 MHz
Jalur untuk Triple Band :
- GSM dengan Frekuensi 942.5 MHz
- DCS dengan Frekuensi 1842.5 MHz
- PCS dengan Frekuensi 1960 MHz
Kerusakan pada Switch Antena menyebabkan tidak ada sinyal dan tidak mendapat jaringan.

C. Filter
Berfungsi sebagai penyaring frekuensi yang akan diolah pada IC RF. Pada Hand Phone type dual band, filter disebut pula sebagai Filter Dual Band ( FDB ). Pada FDB ini baik jalur GSM maupun Jalur DCS disaring dalam satu komponen filter. Untuk yang type Triple Band, masing-masing jalur disaring dengan filter tunggal. Proses penyaringan ini dimaksudkan agar hanya frekuensi-frekuensi yang dimaksud yang dilewatkan, sedangkan frekuensi –frekuensi yang lain yang tidak dibutuhkan dibuang, sehingga tidak membuat distorsi atau cacat pada output atau keluarannya.

D. Low Noise Amplifier ( L N A )
Berfungsi sebagai penguat sinyal yang diterima dari filter agar sinyal mencapai level yang cukup. Tentu dengan level noise yang rendah agar output atau keluaran tidak terdistorsi.

E. IC RF
Disebut juga IF IC. RF adalah Singkatan dari Radio Frekuensi, sedangkan IF singkatan dari Intermediate Frekuensi. Berfungsi sebagai pusat pengolahan frekuensi, dimana pada IC RF ini terjadi proses penurunan frekuensi ( demodulasi ). Ini terjadi pada proses Receiving atau Penerimaan sinyal. Pada proses demodulasi ini frekuensi tinggi diturunkan sehingga hanya tinggal frekusnsi suara atau frekuensi rendah, yang kemudian dikirimkan ke IC Audio.Proses peningkatan frekuensi ( modulasi ), terjadi pada proses transmitting atau pemancaran sinyal, yang akan dibahas pada bagian Transmitting
Pada IC RF juga terjadi pembagian frekuensi. Pembagian ini dilakukan pada frekuensi output X-Tal yang kemudian dikeluarkan sebagai clock CPU. Proses pengolahan frekuensi ini tidak lepas dari bantuan VCO.
     a. IC Audio
Berfungsi sebagai pengolah sinyal suara menjadi suara. IC Audio terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian receiving dan bagian Transmitting. Bagian Transmitting akan dibicarakan pada bagian pemancaran / TX.
Bagian Receiving : Sinyal suara dari IC RF masih berupa sinyal digital. Agar dapat menjadi suara harus diubah menjadi sinyal analog. Ini diproses pada rangkaian DAC ( Digital to Analog Converter ) yang telah terpasang secara internal pada IC Audio. Output dari DAC ini kemudian diperkuat lagi dengan amplifier yang telah terpasang pula secara internal pada IC Audio. Setelah proses penguatan baru kemudian dikeluarkan ke Speaker.
    b. Speaker
Berfungsi untuk mengubah sinyal suara analog menjadi suara sehingga dapat kita dengarkan dengan telinga kita.
RF Bagian Pemancaran / Transmitting / TX
   a. Microphone
Berfungsi mengubah getaran suara analog menjadi getaran listrik Analog, yang kemudian dikirimkan ke IC Audio bagian Transmitting.
   b. IC Audio
Sinyal suara analog dari Mic diterima oleh IC Audio bagian transmitting. Kemudian sinyal analog tersebut di ubah menjadi sinyal digital oleh rangkaian ADC ( Analog to Digital Converter ) yang terpasang secara internal pada IC Audio. Sinyal digital keluaran dari ADC tersebut kemudian dikirimkan ke CPU untuk diolah lagi, data suara, data angka maupun tulisan semua diolah di CPU ini dan menghasilkan aliran digital,yang kemudian dikirimkan kembali ke IC Audio untuk penyempurnaan jalur modulasi. Output yang berupa sinyal digital olahan dari CPU tadi kemudian dikirimkan ke IC RF dengan kaki-kaki TX IP, TX IN, TX QP, dan TX QN.
    c. IC RF
Sinyal TX I/Q yang berupa sinyal digital dari IC Audio dimodulasi (Frekuensi dinaikkan) oleh IC RF dengan bantuan VCO, sehingga frekuensi tersebut berubah menjadi frekuensi tinggi / frekuensi radio. Keluaran dari IC RF ini kemudian dikirimkan ke IC RF Power Amplifier setelah melalui filter penyeimbang ( balun ).
    d. RF Power Amplifier ( IC P A )
Sinyal yang telah melalui filter penyeimbang diumpankan ke IC PA untuk kemudian diperkuat agar mampu menembus ruang yang luas saat dipancarkan. Kemudian sinyal yang telah diperkuat tersebut disalurkan ke Switch Antena setelah melalui pengkopel.
A. Switch Antena
Sebagai pintu gerbang akhir sebelum dipancarkan ke ruang bebas melalui antena.

II. Bagian Base Band.

A. IC Power
Berfungsi sebagai distributor daya ke hampir semua komponen yang ada di Hand Phone. Pada DCT-4 keatas IC Power telah digantikan oleh UEM ( Universal Energi Manager ) yang merupakan gabungan dari beberapa IC pada generasi sebelumnya yaitu DCT-3 yaitu : IC Power, IC Charger, IC Audio, dan IC UI. Kerusakan pada IC ini akan menyebabkan Mati Total, atau masalah pada sinyal.

B. IC Charger
Berfungsi sebagai pengontrol pada saat pen-charger-an. Kerusakan pada IC ini akan menyebabkan HP tidak dapat melakukan pengecas-an, meskipun ada indikasi terjadi pe-ngecash-an. Jika IC Charger mengalami konslet, maka HP akan mati total atau paling ringan boros baterai.

C. IC CPU
Merupakan perangkat utama dari HP yang menjalankan program-program dari memori dan meneruskannya pada komponen-komponen yang lain, agar komponen dapat bekerja. CPU juga merupakan pengontrol terhadap kinerja komponen-komponen pada Hand Phone.

D. IC Flash
Tempat pengguna menyimpan program-program. IC Flash juga disebut IC. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory)
IC Flash berfungsi sebagai penyimpanan data secara permanen, yang mana data-data tersebut tidak akan hilang datanya bila daya dimatikan. IC Flash akan terisi data-data penting. Data-data tersebut adalah data MCU dan PPM, data MCU berisikan data-data Operating System (OS) sedangkan data-data pada PPM berisikan data-data tampilan, language pack (paket bahasa), ringtone dll.
Data-data yang tersimpan pada IC Flash bukan hanya data Operating System saja, juga terdapat data CP (Content Pack) dan User Area yang menyimpan data-data fitur yang terdapat pada ponsel seperti: Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada dering, Foto, Film, Phonebook, dll.
Fungsi EEPROM yang lainnya adalah untuk menyimpan data informasi yang sudah diprogram oleh pabrik ponsel itu sendiri. penyimpanan data pada EEPROM ialah penyimpanan nanvolatil, sebab data yang ada di dalamnya tidak akan hilang jika dayanya dimatikan. Data yang tersimpan pada EEPROM diantaranya:
ü No IMEI (International Mobile Equipment Identifier).
ü Security Code.
ü ESN (Elektronik Serial Number).
ü MIN (Mobile Identification Code),
ü SID (Sistem Identification Code

E. IC RAM ( Random Acces Memory )
Berfungsi untuk menyimpan data sementara. Data yang ada di RAM ini akan hilang manakala baterai kita lepaskan. Data dapat juga hilang. Dengan kita lakukan erasing atau deleting melalui Keypad.

F. IC User Interface
Berfungsi sebagai Driver atau pengendali Led, Buzzer, dan Vibrator.

G. IC Radio Module
Berfungsi mengolah sinyal radio, menyimpan Chanel frekuensi beserta nama stasiun radio tersebut, sebagai Amplifier atau penguat sinyal radio. IC Radio Module dibantu oleh transistor dalam bekerja.

H. Protector / Pelindung / EMI
Berfungsi untuk melindungi komponen-komponen atau bagian-bagian tertentu sehingga tidak mudah rusak, ataupun kalau mengalami kerusakan, maka perbaikan akan lebih mudah. EMI belum diterapkan pada DCT-3. Untuk DCT-4 keatas sebagian besar telah mem- pergunakan EMI sabagai pelindung.

I. Kartu SIM
Berfungsi sebagai password untuk start up Hand Phone, penyimpan data phone book, dan yang pasti sebagai penyimpan nomor telepon kita, agar telepon dapat dipanggil.

J. Bagian Input / Output data
    a. Key Pad / Keyboard
Sebagai tempat untuk memasukkan input data data numerik ( termasuk huruf dan karakter ) maupun perintah kepada Hand Phone agar segera dieksekusi.
    b. Infra Red / IR DA
Berfungsi sebagai alat transfer data melalui sensor Infra Merah. Data-data numerik, suara, maupun multimedia dapat dimasukkan atau dikirimkan ke media lain ( Komputer atau Hand Phone yang lain yang tentunya mempunyai fasilitas yang sama ) melalui peralatan ini, dengan cara menghadapkan kedua Infra Red pada masing-masing Hand Phone.
    c. LCD
Untuk menampilkan data-data masuk, data-data yang ada di dalam Hand Phone, juga pemrosesan data-data oleh Hand Phone.
    d. Bluetooth
Berfingsi sebagai alat transfer data melalui gelombang radio. Data-data numerik, suara, maupun multimedia dapat dimasukkan atau dikirimkan ke media lain ( Komputer atau Hand Phone yang lain yang tentunya mempunyai fasilitas yang sama ) melalui peralatan ini, tidak seperti Infra Red, Bluetooth tidak perlu menghadapkan kedua peralatan, bahkan Bluetooth ini memiliki kemampuan mentransfer data pada jarak yang cukup jauh.

K. Komponen Komponen Lain
    a. Tahanan / Resistor
Diberi simbol kotak dengan huruf R … pada diagram. Di dalam Hand Phone berbentuk kotak kecil berwarna hitam.
Berfungsi sebagai pengendali arus DC ,dan Pembagi tegangan.
Jika Tahanan / Resistor di Ground-kan berfungsi membuang arus DC.
    b. Kapasitor
Dberi simbol C … Di dalam Hand Phone berupa kotak kecil berwarna coklat. Jika dipasang serial pada jalur berfungsi menahan arus DC tetapi melewatkan arus AC ( Filter ). Jika salah satu kaki dipasang pada ground, selain sebagai penyimpan tegangan sementara, juga berfungsi membuang sinyal AC dengan frekuensi tinggi.
    c. Induktor
Diberi simbol huruf L, berfungsi sebagai penyaring tegangan, agar tegangan yang keluar tidak membawa frekuensi yang dapat membuat output dari Hand Phone terdistorsi / cacat.
    d. Fuse
Sisebut juga sekering. Diberi simbol F pada diagram, berbentuk kotak kecil berwarna hitam, berfungsi sebagai pengaman terhadap Arus yang berlebihan. Fuse dipasang pada rangkaian charger sebagai pengaman waktu melakukan pengecasan.
    e. Dioda.
Diberi simbol V pada diagram. Ada beberpa macam dioda yang ada di Hand Phone :
- Dioda Berfungsi menyearahkan Arus listrik.
- Dioda Zener. Berfungsi menstabilkan tegangan.
- Dioda LED ( Light Emiting Dioda ) Sebagai lampu penerang pada Key Pad maupun LCD.
    f. Transistor
Pada diagram diberi simbol V ( seperti Dioda ).
Berfungsi sebagai :
- Penguat / Amplifier
- Pembangkit Frekuensi / Oscilator.
- Sakelar / switch.

AVO Meter & Penggunaannya

*. AVO meter atau multitester.

AVO METER
AVO Meter atau sering disebut juga Multimeter, adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur:
Mengukur Kuat arus
Mengukur tegangan AC
Mengukur tegangan DC
Mengukur Tahanan Listrik

Keterangan :
Meter korektor berguna untuk menyetel jarum AVO-meter ke arah nol, saat mau dipergunakan.
Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan kemampuan batas ukur yang dipergunakan. Saklar putar (range selesctor switch ini merupakan kunci utama bila kita menggunakan AVOmeter.
Terminal + dan –Com terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC Volt, DC Volt dan DC mA (yang berwarna merah untuk + dan warna hitam untuk -
Pointer (jarum Meter) adalah jarum meter adalh sebatang pelat yang bergerak kekanan dan kekiri yang menunjukkan besaran/nilai.
Mirror (cermin) sebagai batas antara Ommeter dengan Volt-Ampermeter.
Scale (skala) berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
Zero Adjusment adalah pengatur/penepat jarum pada kedudukan nol ketika menggunakan Ohmmeter.
Angka-Angka Batas Ukur, adalah angka yang menunjukkan batas kemampuan alat ukur.
Kotak Meter, adalah Kotak/tempat meletakkan komponen-komponen AVOmeter.
Di sebelah kanan saklar terdapat tanda ACV (Alternating Current Volt), yaitu VOLTMETER untuk mengukur arus bolak-balik atau aliran tukar. Batas ukur ini dibagi atas, misal 0-10 V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V, 0 – 1000 V.
 
Bagian atas saklar penunjuk diberi tanda OHM dan ini merupakan batas ukur OHMMETER yang dapat digunakan untuk mengukur nilai tahanan dan baik buruknya alat-alat dalam “pesawat”. Pada bagian ini terdapat batas ukur, yaitu misal : x1, x10, x100, x 1K, x 10K.

Di sebelah kiri dari saklar terdapat tanda DCV (DIRECT CURRENT VOLT) yang merupakan bagian dari VOLTMETER, yaitu bagian yang digunakan khusus untuk untuk mengukur tegangan listrik DC. Batas ukur DCV dibagi atas, misal 0-10 V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V, 0 – 1000 V.
Pengukuran di bawah 10 Volt dipakai batas ukur 0 – 10 V.
Bila di atas 12 Volt dan di bawah 50 Volt dipergunakan batas ukur 0 – 50 V.
Jika di atas 50 Volt di bawah 250 Volt digunakan batas ukur 0 – 250 V.
Bila di atas 250V dibawah 500V digunakan batas ukur 500 Volt.
Bila lebih dari 500 V dan di bawah 1000V digunakan batas ukur 0 – 1000 V.
Jika lebih dari itu maka tidak boleh menggunakan Volt meter secara langsung.

Di bagian bawah saklar terdapat tanda DC mA yang berguna untuk mengukur besarnya kuat arus listrik.
Batas ukur dibagi atas, misal 0 – 0,25 mA, 0 – 25 mA, 0 – 500 mA. Bila menggunakan alat ukur ini pertama-tama letakkanlah saklar pada batas ukur yang terbesar/tertinggi, kemudian di bawahnya sehingga batas ukur yang digunakan selalu lebih tinggi dari arus yang kita ukur.

Catatan :
Setiap kali menggunakan AVO-meter harus memperhatikan batas ukur alat tersebut. Kemampuan alat ukur (kapasitas alat ukur) harus lebih besar daripada yang hendak di ukur. Kesalahan dalam pemakaian alat ukur AVO-meter dapat mengakibatkan kerusakan.
AC Voltmeter hanya boleh dipergunakan untuk mengukur AC Volt, jangan dipergunakan untuk mengukur DC Volt. Demikian juga sebaliknya. Ohmmeter tidak boleh dipergunakan untuk mengukur tegangan listrik baik DC maupun AC Volt karena dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut. Jadi pemakaian alat ukur harus sesuai dengan fungsi alat ukur tersebut
Periksa jarum meter apakah sudah tepat pada angka0 pada skala DcmA, DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian kiri dan skala Ohmmeter posisi jarum nol di bagian kanan.

*. Bagian-bagian pada AVO meter.
Perhatikan pada gambar . terdapat 4 bagian kalibrasi yaitu Ohm (Ω), DCV (Direct Current Voltase), ACV (Alternatif Current Voltase), dan DCmA (Direct Current miliAmpere).

a. Ohm (Ω)
Biasanya untuk mengukur HP dalam keadaan tidak dialiri arus listrik baik dari baterai ataupun dari PS (Power Suplay) contohnya untuk mengukur jalur pada sircuit, apakah jalur tersebut ada yang putus atau tidak, atau mengukur mic, buzzer, vibra, dll. Namun bisa juga digunakan untuk mengukur besarnya hambatan pada sircuit/rangkaian, tentunya ketika dialiri arus listrik.

b. DCV (direct Curent Voltase)
Tegangan DC atau tegangan searah adalah tegangan yang berada pada kondisi satu arah saja ketika menghantarkan arus listrik pada sebuah rangkain yang memiliki kutub positif dan negatif. sumber tegangan DC antaralain Baterai dan Accu )aki). Biasanya pada HP untuk mengukur HP dalam kondisi terhubung dengan baterai atau PS (Power Suplay), yang sering kita gunakan biasanya pada kalibrasi 10 yaitu seperti pada gambar 3. yaitu untuk mengukur tegangan (V/Volt) yang nilainya dibwah 10 volt, sedangkan yang 2.5 biasa untuk mengukur Vcore dan VIO karena lebih akurat. meskipun pada kalibrasi 10 anda juga masih dapat membaca tegangan yang berada di bawah 2.5, dan yang 50 biasanya untuk mengukur Vled LCD HP tertentu yang nilainya lebih besar dari 10 volt. yang lain biasanya tidak digunakan dalam service HP.

c. ACV (Alternatif Current Voltase)
Tegangan AC atau tegangan bolak-balik adalah tegangan yang menghantarkan arus listrik secara dua arah, yaitu pada sisi fasa dan massa (ground), contoh tegangan AC adalah tegangan listrik rumah (220 V atau 110 V). Pada bagian ini sangat jarang digunakan dalam service HP.

d. DCmA (Direct Current miliAmpere)
Juga sangat jarang digunakan dalam sevice HP, kita abaikan saja biar tidak tambah bingung.
Yang akan dibahas kali ini yaitu hanya Ohm (Ω) dan DCV saja.

- Ohm (Ω)
Yang umum kita gunakan pada service HP yaitu pada kalibrasi x1 dan x10, namun sebelum anda menggunakannya baik pada kalibrasi x1 atau x10 untuk mengukur setiap kerusakan pada HP, sebaiknya anda standarkan dulu dengan cara menghubungkan probe merah (+) dengan probe hitam (-) dan jarum harus bergerak ke angka 0 (perhatikan pada gambar 2, tulisan atau angka-angka yang berwarna biru paling atas di sebelah kanan, ada angka 0), jika tidak pada angka 0 atau melebihinya, anda dapat memutar tombol diatas tulisan O Ω ADJ (perhatikan gambar 3), bisa diputar ke kiri atau ke kanan.
cara menggunakannya, jika anda menggunakan x1 Ω, nilai yang harus dibaca adalah angka 0 paling atas sebelah kanan lalu ke kiri 1, 2, 3, dst sampai 1k. jadi dengan menggunakan kalibrasi X1 Ω nilai maksimal yang dapat anda baca adalah 1 kilo ohm (1000 ohm), sedangkan jika anda menggunakan kalibrasi X10 Ω nilai maksimalnya yaitu 1 koli ohm dikalikan 10 atau sama dengan 10 kilo ohm.
X1 Ω dan X10 Ω umumnya digunakan untuk mengukur jalur dan fuse (jika jalur dan fuse tidak putus maka jarum harus menunjuk ke angka 0), speaker, mic, buzzer, vibra, dioda, dan transistor.
untuk R (resistor) yang nilainya lebih dari 10 kilo ohm anda harus menggunakan kalibrasi X1K Ω atau X10K Ω.
untuk C (capasitor) akan lebih baik jika anda mencabut dahulu C yang akan anda ukur dari PCB, umumnya C yang masih bagus ketika di ukur jarum akan bergerak menunjukkan nilai tertentu dan kembali lagi ke kiri, jika tidak kembali berarti C rusak.
Untuk mengukur Dioda yang dilepas dari rangkaiannya jarum hanya bergerak sat arah, jika probenya dibalik dan jarum masih bergerak, brati dioda bocor atau rusak.

-DCV (Direct Current Voltase)
Dengan kalibrasi 10 seperti yang anda lihat pada gambar 3, angka yang anda baca adalah pada baris 2 dari atas pada gambar 2. yaitu yang ada tulisan DCVA 0, 2, 4, 6, 8, 10. dan jika pengukuran jarum berada di antara angka 2 dan 4, berati kurang-lebihnya 3 volt. dan untuk meng-standarkan atau meng-0 kan anda tidak perlu menghubungkan probe nya, cukup dengan memutar saklar pada bagian bawah-tengah dengan obeng pipih (obeng min) lihat pada gambar 2 . untuk mengkur baterai HP yang pada umum nya 3.7 volt, anda harus memutar pada kalibrasi 10, dan probe hitam (-) anda hubungkan pada kutub negativ (-) baterai dan probe merah (+) anda hubungkan pada kutub positif (+) baterai, maka jarum akan menunjukkan mendekati angka 4, jika kurang dari 3.5 maka baterai tersebut rusak (suak).
untuk mengukur tegangan pada HP, terlebih dahulu HP yang akan anda ukur tegangannya dihubungkan dengan baterai atau PS (power suplay), lalu probe hitam dari AVO meter dapat anda hubungkan ke kutub negatif (-) kabel hitam dari PS (power suplay) dan tekan tombol on/off dari HP, terus ukur tegangan yang ingin anda ukur pada rangkaian HP dengan menggunakan kabel merah (+) dari AVO meter.

kurang lebihnya begitu cara menggunakan AVO meter.
mudah-mudahan ini dapat berguna bagi rekan-rekan teknisi.
apabila ada kekurangan mohon dikoreksi lagi dan silahkan ditambahkan.